Blog Entryto everyone...Jan 16, '08 4:13 AM
for everyone

 

Persahabatan seperti tangan dan mata...

saat tangan terluka, mata menangis...

saat mata menangis, tangan menghapusnya...

 

Selamat Hari Persahabatan Sedunia....

 

-sammyrafie


Blog EntryKisahOct 9, '07 1:46 AM
for everyone
AKU MENANGIS UNTUK ADIKKU ENAM KALI
 
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

 
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya."Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"

 
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ...  Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

 
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Dipertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."

 
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

 
Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa  membiayai keduanya sekaligus?"

 
Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata,"Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan  saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" Dan begitu kemudian ia  mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

 
Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang."

 
Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

 
Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas) . Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"

 
Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?"

 
Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. .."

 
Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu." Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan  menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

 
Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."

 
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya."Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

 
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."

 
Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

 
Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer?  Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?" Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"

 
Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!" "Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

 
Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."

 
Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya." Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

 
Diterjemahkan dari : "I Cried for My Brother Six Times"

Blog EntrySebelum Terlambat (2)Oct 8, '07 5:28 AM
for everyone
    "...papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger"

    Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses,seperti biasanya

    sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya

    pulang ke rumah, karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat

    penting dengan para pemegang saham. Ketika ia sedang asyik

    menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica datang

    mendekatinya, berdiri tepat disampingnya, sambil memegang buku cerita baru.

    Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat

    menarik perhatian Jessica, "Pa liat"! Jessica berusaha

    menarik perhatian ayahnya. Budi menengok ke arahnya, sambil

    menurunkan kaca matanya, kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi

    "Wah,. Buku Baru ya Jes?",

    "Ya papa" Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya.

    "Baca in Jessi dong pa" pinta Jessica lembut,

    "Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh" sanggah budi dengan cepat.

    Lalu ia segera mengalihkan perhatian nya pada kertas-kertas yang

    berserakkan didepannya, dengan serius.

    Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah.

    Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu

    "pa,mama bilang papa mau baca untuk jessi"

    Budi mulai agak kesal, "Jes papa sibuk, sekarang

    Jessi suruh mama baca ya"

    "pa, mama cibuk, terus, papa liat gambarnya lucu-lucu",

    "Lain kali Jessica, sana! papa lagi banyak kerjaan"

    Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas

    tadi, menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas

    panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh harap,

    dan tiba -tiba ia mulai lagi. "pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka",

    "Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI !! " kata Budi membentaknya

    dengan keras, Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil

    terkulai, hampir menangir, matanya berkaca-kaca dan ia

    bergeser menjauhi ayahnya " Iya pa,. lain kali ya pa?"

    Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya

    ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah. "pa

    kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa
    denger"

    Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun
    permintaan Jessica

    kecil tidak pernah terpenuhi, Buku cerita Peri imut, belum pernah dibacakan
    bagi dirinya,.

    Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras "Buukk!!"

    beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa

    Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yang

    melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah Budi.

    Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter,

    dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya,

    selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata

    dengan begitu lirih "Jessi takut pa, jessi takut ma, Jessi sayang papa mama"

    darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika

    sesampainya di rumah sakit terdekat.

    Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi,

    Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji. Kini yang

    ada hanyalah penyesalan Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana,..

    pun tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan

    budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk

    membacakan sebuah cerita, kini

    sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, ",...papa baca keras-keras ya pa,

    supaya Jessica bisa denger" kata-kata jessi terngiang-ngiang kembali.

    Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa

    hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan riang

    Jessica kecil tidak akan terdengar lagi,

    Budi mulai membuka buku cerita peri imut yang

    diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan.

    Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak.

    Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar

    halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil.

    Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia

    membuka halaman pertama dan membacanya dengan sura keras,

    tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras,

    Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman demi halaman,

    dengan berlinang air mata.

    "Jessi dengar papa baca ya"

    selang beberapa kata,..hatinya memohon,.lagi

    "Jessi papa mohon ampun nak"

    "papa sayang Jessi"

    Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores

    lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujud dan

    menangis,..memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.

    Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan
    kita,

    Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita.Karena ia Peduli kepada kita

    ADAKAH "PERHATIAN TERBAIK" ITU BEGITU MAHAL BAGI MEREKA?

    BERILAH "PERHATIAN TERBAIK" WALAUPUN ITU HANYA SEKALI

    Bukankah Kesempatan untuk memberi perhatian kepada orang-orang yang kita
    cintai itu sangat berharga ?


- Ida Arimurti

Blog EntrySebelum TerlambatOct 3, '07 6:31 AM
for everyone

Sebelum Terlambat

 

Honesty often hurts

But lie hurts more when it is found out

 

To be given is a happy moment

And to give is the true happiness

 

Many are afraid of dead bodies

Instead of being afraid of the death itself

 

Success in facing failure

Is better than failure in responding to success

 

The gifts that we get from God

Are always much more than what we ask for

 

Gratitudes that we show

Are never more than the prayers we say

 

We often turn our back on God

But God always gives us a great deal of care

 

Maybe God says :

“You should be ashamed!”

 

But we just walk away

As if nothing happens

 

And finally ...

 

 

 

Kejujuran seringkali menyakitkan

Tapi kebohongan lebih menyakitkan saat diketahui

 

Diberi adalah saat yang membahagiakan

Dan memberi adalah kebahagiaan yang sesungguhnya

 

Banyak yang lebih takut kepada orang mati (mayat)

Daripada takut pada kematian itu sendiri

 

Berhasil menyikapi kegagalan

Lebih baik daripada gagal menyikapi keberhasilan

 

Anugerah yang kita terima dari Tuhan

Selalu lebih banyak daripada apa yang kita minta

 

Terimakasih yang kita perlihatkan

Tak pernah melebihi do’a yang kita ucapkan

 

Kita sering tak menghiraukan Tuhan

Padahal Tuhan selalu memperhatikan kita

 

Mungkin Tuhan-pun berkata :

“Harusnya engkau malu !”

 

Tetapi kita pun hanya berlalu

Seolah tak terjadi apa-apa

 

Dan akhirnya ...


- email dari seorang teman












 

 



Blog EntryPray for your loveOct 1, '07 2:14 AM
for everyone

Pray for your love

 

 

God ...

When I find joy in a friend

Remind me that there would be an end

So I stay with the One who has no end

 

God ...

When I am hungry for someone to love

Find me the one who longs for Endless Love

So my longing to You is growing strong

 

God ...

If I should fall in love with someone

Find me the one who loves You, The One

So I’m getting stronger in loving You, The Only One

 

God ...

When I’m falling in love

Keep the love

Not to exceed my love to You

 

God ...

When I say ‘I love you’

Make me do it to whose heart gets captivated in You

So I never fall in love aside from the name of You

 

As what wise people say ...

 

To love someone is nothing

 

To be loved by someone is something

 

To be loved by someone you love is exciting

 

But to be loved by The Lover is everything

 

 

 

Tuhan ...

Saat aku menyukai seorang teman

Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir

Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

 

Tuhan ...

Ketika aku merindukan seorang kekasih

Rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati-Mu

Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi

 

Tuhan ...

Jika aku mesti mencintai seseorang

Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu

Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

 

Tuhan ...

Ketika aku sedang jatuh cinta

Jagalah cinta itu

Agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu

 

Tuhan ...

Ketika aku berucap ‘Aku cinta padamu’

Biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu

Agar aku tak jatuh cinta dalam cinta yang bukan karena-Mu

 

Sebagaimana orang bijak berucap ...

 

Mencintai seseorang bukanlah apa-apa

 

Dicintai seseorang adalah sesuatu

 

Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti

 

Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya

 

 

- email dari seorang teman


Blog EntryCantikSep 29, '07 12:10 PM
for everyone



In a shiny bright morning

A girl spoke to her mother

 

Mom...you always look beautiful

I wanna be like you, tell me something

 

With her touching gaze and smile

The mother answered

 

For attractive lips

Speak words of kindness

 

For dimple on   your  cheek

Spread your sincere smile on the earth

 

For lovely eyes

See always the good in people

 

For a slim figure

Share your food with the poor

 

For lovely curving fingers

Count your prayers of adoration with them

 

For white bright face

Wash it in every change of time

 

My daughter ...

Physical beauty fades away with time

But beautiful deeds hold true even after death

 

 

Di suatu pagi nan cerah

Seorang gadis berkata kepada ibunya

 

Ibu...engkau selalu terlihat cantik

Aku ingin sepertimu, beritahulah aku sesuatu

 

Dengan tatapan dan senyum haru

Sang Ibu pun menjawab

 

Untuk bibir nan menarik

Ucapkan perkataan yang baik

 

Untuk pipi nan lesung

Tebarkan senyum ikhlasmu di muka bumi

 

Untuk mata indah menawan

Lihatlah selalu kebaikan orang lain

 

Untuk tubuh yang langsing

Sisihkan makananmu bagi fakir miskin

 

Untuk jemari tangan nan lentik menawan

Hitunglah do’a  dan pujianmu dengannya

 

Untuk wajah putih bercahaya

Basuhlah muka di setiap pergantian waktu

 

Anakku ...

Kecantikan fisik akan pudar oleh waktu

Tapi kecantikan perilaku tak pudar meski oleh kematian

 

 

 

- email dari seorang teman.


Blog EntryBersyukurlah...Sep 29, '07 3:44 AM
for everyone

Sahabat....berikut ini adalah versi lain dari “Bersyukurlah” yang saya dapatkan dari seorang teman via e-mail beberapa waktu lalu, semoga bermanfaat untuk kita semua...

 

Be Thankful

 

Be thankful that you don’t already have everything you desire

If you did, what would there be to look forward to ?

 

Be thankful when you don’t know something

For it gives you opportunity to learn

 

Be thankful for the difficult times

During those times you grow

 

Be thankful for limitations you currently have

Because they gives you opportunities for improvement

 

Be thankful for each new challenge you take

Because it will build your strength and character

 

Be thankful for mistakes you once committed

They will teach you valuable lessons

 

Be thankful when you‘re tired and weary

Because it means you’ve made a difference

 

It is easy to be thankful for good things

A life of rich fulfillment

Comes to those who are also thankful for the setbacks

 

Gratitude can turn a negative into a positive

Find a way to be thankful for your troubles

And they can become your blessings

 

 

Bersyukurlah

 

 

Bersyukurlah karena engkau tidak memiliki semua yang diinginkan

Jika kau miliki semuanya, apa lagi yang hendak dicari ?

 

Bersyukurlah saat engkau tidak mengetahui sesuatu

Karena hal itu memberimu kesempatan untuk belajar

 

Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang kau hadapi

Karena disana ada kesempatan untuk mengembangkan diri

 

Bersyukurlah atas keterbatasan yang engkau miliki

Karena hal itu memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri

 

Bersyukurlah atas setiap tantangan baru

Karena hal itu akan membangun kekuatan dan karaktermu

 

Bersyukurlah atas kesalahan yang kini kau sadari

Karena hal itu memberimu pelajaran yang sangat berharga

 

Bersyukurlah ketika engkau lelah dan bosan

Karena berarti engkau telah berbuat sesuatu yang berarti

 

Mudah mensyukuri hal-hal yang baik

Namun kehidupan yang bermakna

Dinikmati mereka yang juga bersyukur atas kesulitan

 

Rasa syukur bisa mengubah hal negatif menjadi positif

Berusahalah mensyukuri kesulitan yang engkau hadapi

Sehingga kesulitan itu menjadi berkah bagimu

 

 


Blog EntryToday's SpiritSep 28, '07 2:35 AM
for everyone

TODAY’s SPIRIT

      “I can calculate the motions of the heavenly bodies but not the madness of people.” (Sir Isaac Newton)

·        Terdapat dua hal yang tidak terbatas di alam semesta ini yaitu alam semesta itu sendiri dan…kebodohan manusia.” (Albert Einstein)

·  Banyak orang menghabiskan waktu dan energi lebih banyak untuk memikirkan sebuah masalah daripada berusaha memecahkannya.

 

·        Karena itu perlu disimpulkan bahwa nasehat yang bijaksana, dari mana pun datangnya, tergantung kebijaksanaan raja, dan bukan kebijaksanaan raja, tergantung pada nasehat yang baik. (Niccolo Machiavelli)


·   Barangsiapa mengangkat diri sebagai pemimpin, hendaknya ia mulai mengajari dirinya sendiri sebelum mengajari orang lain. Dan hendaknya ia mendidik dirinya sendiri dengan cara memperbaiki tingkah lakunya sebelum mendidik dengan orang lain dengan ucapan lidahnya. Orang yang mendidik dirinya sendiri lebih patut dihormati daripada mengajari orang lain. (Imam Ali)

 

·    Seseorang tidak melakukan hal yang benar di satu bagian kehidupannya sementara dia sibuk melakukan hal yang salah di bagian lain mana pun dari kehidupannya. Hidup adalah sebuah kesatuan yang tak terbagi-bagi. (Mahatma Gandhi)

 

·     Sebelum seseorang dikenal, amatilah dengan siapa dia bergaul; ketika dia menjadi kaya, perhatikan kepada siapa dia memberikan uangnya; ketika dia mendapat kedudukan tinggi, lihatlah kepada siapa dia memberikan promosi; ketika dia dalam kesulitan, perhatikan hal apa yang dia tolak untuk dikerjakan; ketika dia miskin, lihatlah apa yang tidak dia terima. Jika kamu mengetahui lima hal diatas mengenai seseorang, kamu tahu siapa yang seharusnya ditunjuk menjadi perdana menteri.

 

·  Mereka yang tidak dapat mengingat masa lampau ditakdirkan untuk mengulanginya. (George Santayana)

 

·       Ada suatu perbedaan besar antara alasan-alasan yang baik dan masuk akal dengan alasan-alasan yang kedengaranya saja baik.  (Burton Hills)

 

·        Seseorang tidak boleh datang ke sebuah kota sebelum dia mengetahui tiga hal tentang kota itu: rajanya adil, menterinya ahli dan hakimnya suci. (Plato)

 

·        Segala sesuatu terjadi karena sesuatu alasan. Karena setiap sebab ada akibat dan setiap akibat ada sebab, entah Anda mengetahuinya atau tidak, pasti ada sesuatu sebab atau sebab-sebab khusus. Tidak ada yang kebetulan. (Brian Tracy)

 

·        Seringkali pikiran kita sendirilah yang membatasi apa yang bisa dan apa yang tidak bisa kita raih. Sementara tindakan kita akan sangat tergantung pikiran kita. Jika pikiran kita membatasi, maka tindakan kita juga terbatas, dan tentu saja sukses kita juga akan kita batasi. Berpikirlah di luar kotak.

 

·        Today, tomorrow, and everyday after..wishing you laughter and love.

 

·    Just living is not enough… One must have sunshine, freedom, and a little flower. (Hans Christian Andersen)

 

·        For fast-acting relief, try slowing down. (Lily Tomlin)

 

·     Orang yang berani tidak akan membabi buta melompat masuk ke dalam jurang, melainkan masuk dengan perlahan-lahan dan dengan mata yang terbuka setelah mengukur dalamnya. (Stahl PJ)

 

·  Hari yang mendatang tidak akan memberikan sembarang makna jika kegagalan semalam tidak dijadikan teladan.

 

·    Hidup adalah gabungan antara bahagia dan derita. Ia adalah menguji keteguhan iman seseorang.

 

·    Malangnya bagi mereka yang hanya mengikut kehendak hati dan tidak sanggup menerima penderitaan (Harieta Wahab)

 

·     Cara terbaik menghukum orang yang telah melakukan kesalahan terhadap kita ialah dengan berbuat baik kepadanya.

 

·        Hidup umpama es krim. Nikmatilah ia sebelum cair.

 

·        Masa depan itu dibeli oleh masa sekarang. (Samuel Johnson)

 

·        Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR,

Teman yang paling akrab adalah AMAL,

Pengawal pribadi yang paling waspada adalah DIAM,

Bahasa yang paling manis adalah SENYUM,

Dan ibadah yang paling indah adalah KHUSYUK.

 

·     Apabila kepercayaan telah hilang lenyap, kehormatan telah musnah, maka matilah orang itu. (Whittier)

 

·   Kehidupan ini dipenuhi dengan seribu macam kemanisan, tetapi untuk mencapainya perlu seribu macam pengorbanan.

 

·        Cukup sekali Anda terjatuh, jangan jatuh berkali-kali.

 

·   Orang yang paling mampu menguasai dirinya ialah yang paling mampu menguasai rahasianya.

 

·        Orang yang mengikuti emosinya, akan kehilangan adabnya.

 

·    Keutamaan akal ialah hikmah kebijaksanaan, dan keutamaan hati ialah keberanian.

 

·     Orang yang berbohong itu senantiasa ingin melarikan diri sedangkan tiada seorang pun yang mengejarnya, namun orang yang benar itu berani seperti singa. (Goethe)

 

·        Sabar ialah jalan keluar bagi orang yang tidak bisa menemukan jalan keluar.

 

·        Setiap orang dapat mencapai kejayaan dalam hal apa saja, asalkan ia sangat menyukai pekerjaan yang dilakukan.

 

·    Lebih baik tidur dengan perut lapar daripada bangun tidur dengan banyak hutang.

 

·        Bila IQ yang berkuasa, ini karena kita membiarkannya berbuat demikian, dan bila kita membiarkannya berkuasa, kita telah memilih penguasa yang buruk. (Robert Stenberg)

 

·  Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan. (Thomas Alfa Edison)

 

·        Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka. Namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka. (Alexander Graham Bell)

 

·     Jangan biarkan jati diri menyatu dengan pekerjaan Anda. Jika pekerjaan Anda lenyap, jati diri Anda tidak akan pernah hilang. (Gordon Van Sauter)

 

·   Yang terpenting dalam olimpiade bukanlah kemenangan, tetapi keikutsertaan… Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik. (Baron Pierre de Coubertin)

 

·        Uang merupakan hamba yang sangat baik tetapi tuan yang sangat buruk. (PT Barnum)

 

·        Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di tangan orang banyak. (John Naisbitt)

 

·    Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya, dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan.

 

·     Dalam masyarakat manusia ada binatang jalang, tetapi dalam masyarakat binatang tidak ada satupun manusia jalang. (Aristotle)

 

·      Sahabat sejati adalah mereka yang sanggup berada di sisimu ketika kamu memerlukan dukungan walaupun saat itu mereka sepatutnya berada di tempat lain yang lebih menjenuhkan.

 

·        Hati yang terluka umpama besi bengkok walau diketuk sukar kembali kepada bentuk asalnya.

 

·        Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar, dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping hati lagi pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya CINTA.

 

·        Cinta tidak pernah meminta, ia senantiasa memberi.

Cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tidak pernah membalas dendam.

Di mana ada cinta disitu ada kehidupan, manakala kebencian membawa kepada kemusnahan. (Mahatma Ghandi)

 

·   Semakin Anda memahami lebih banyak tentang dunia di sekitar Anda, semakin bergairah dan penasaran terhadap kenyataan hidup dalam hidup Anda.

 

·  Gairah adalah salah satu elemen pokok yang meringankan upaya dan mengubah kegiatan-kegiatan yang biasa-biasa saja menjadi suatu pekerjaan yang dapat dinikmati.

 

·        Semakin besar “Mengapa” Anda akan semakin besar energi yang mendorong Anda untuk meraih sukses.